Jumlah Koperasi di Kaltim Meningkat

img

(Fuad Assadin)


SAMARINDA-Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi (Disperondagkop) dan UMKM Kaltim Fuad Assadin mengatakan  jumlah koperasi Kaltim terus bertambah  tercatat tahun 2018 sebanyak 5.406 unit dan tahun 2019 meningkat menjadi 5.474 unit.

" Koperasi aktif 2.781 unit, dan akhir 2018 lalu sebesar 3.428 unit, dan kepatuhan melaksanakan RAT baru sebesar 703 unit, akhir 2018 masih sebanyak 661 unit,"kata Fuad Assadin melalui whatsapp, Minggu (5/4/2020).

Fuad menambahkan koperasi perlu didorong kearah pengembangan produksi, dan pemasaran produk UMKM, hal ini diperlukan agar kemitraan bisa ditingkatkan. Pada saat ini Koperasi masih banyak bergerak di bidang usaha simpan pinjam, terutama untuk keperluan pemenuhan kebutuhan konsumen.

" Namun koperasi kurang bergerak dibidang produksi, dan pemasaran demikian pula untuk pemenuhan keperluan permodalan karena bunganya cendrung tinggi," tandasnya.

Di katakan, koperasi memiliki peranan yang cukup penting dalam mengkontribusi perkembangan PDRB Kalimantan Timur 2019, yaitu sebesar 4,48 persen. Kebijakan faerah dalam mendorong UMKM dan Koperasi dalam upaya mewujudkan Visi Gubernur Kalimantan Timur 2018 – 2023, yaitu Berani untuk Kalimantan Timur  Berdaulat,

" Melalui misi kedua, Berdaulat dalam pemberdayaan ekonomi wilayah dan ekonomi kerakyatan  yang berkeadilan, maka sesuai dengan Rencana Strategis Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Timur, dengan mendalami berbagai kondisi, permasalahan dan peluang diatas maka  sasaran pembangunan Koperasi dan UMKM Kalimantan Timur 2018 – 2023 yang akan datang adalah meningkatnya usaha ekonomi koperasi dan UKM," paparnya.

Dengan menjalankan strategi peningkatan daya saing Usaha Kecil dan menengah (UKM),  lanjut  Fuad yang di arahkan pada peningkatan kapasitas kelembagaan UKM dengan menumbuhkan penggunaan teknologi informasi bagi UKM, dan  memfasilitasi pemberian bantuan modal usaha tanpa jaminan bagi  koperasi dan UKM dengan pola kemitraan dan pendampingan.

" Sehingga    sasaran peningkatan usaha ekonomi koperasi dan UKM Sektor produksi, melalui program-program penciptaan iklim koperasi dan usaha-usaha kecil dan menengah kondusif 2019 telah terealisasi melampaui target," ujarnya.

Dari program  penciptaan iklim kata Fuad diantaranya UKM naik kelas yang semulai ditargetkan 100 UKM, mencapai melonjak menjadi 183 UKM, Demikian pula untuk program pengembangan kewirausahawan kompetitif usaha kecil menengah, untuk kegiatan jumlah wirausahawan mandiri yang difasilitasi  ditargetkan 200 dicapai 217 wira usahaan baru.

" Untuk program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi, disamping tercapai beberapa target kegiatan, bahkan ada yang melampaui seperti kegiatan-kegiatan pembinaan, pengawasan dan penghargaan terhadap koperasi dari 100 unit tercapai 130 unit,  dan pelatihan manajemen koperasi dari target   990 orang tercapai 1.030 orang," tandasnya lagi.

Namun untuk program ini, kata Fuad  ditemukan dua kegiatan yang masih memerlukan perhatian pertama target pencapaian koperasi sehat, dan kedua, target Koperasi yang harus melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

" Walaupun terjadi peningkatan koperasi sehat, maupun pencapaian pelaksanaan RAT, namun kenaikannya dinilai lambat. Demikian pula upaya peningkatan pemasaran produksi, dan dorongan produksi ditengah mewabahnya Convid19 saat ini, diupayakan melalui dorongan pemasaran online, karena penjualan melalui outlet menurun drastis kurang lebih 50 persen," jelasnya.

Dikatakan, Kaltim akan meningkatkan pemanfaatan peluang digital. Seperti diinformasikan East Venture Digital Competitiveness Index (EV-DCI), Kaltim memiliki peluang yang baik. EV-DCI adalah alat untuk memetakan kondisi ekonomi digital di seluruh wilayah Indonesia berdasarkan 9 pilar (SDM, penggunaan dan pengeluaran ICT, perekonomian, kewirausahaan dan produktivitas, tenaga kerja, infrastruktur, keuangan, serta regulasi dan kapasitas pemda). 

" Pilar-pilar tersebut terkait dengan ekonomi digital dan aspek pendukung yang secara tidak langsung mendukung pengembangan ekonomi digital," tandasnya.

Fuad menambahkan, Kaltim memiliki skor sebesar 72,8. Yang berarti memiliki daya kompetisi tinggi. Hal ini didukung oleh rasio kepemilikan handphone dan computer yang tinggi di provinsi Kaltim.  Terutama aspek komunikasi dan pemanfaatan teknologi informasi, yang berarti memiliki tingkat adopsi teknologi tinggi pada kepemilikan ponsel cerdas dan akses internet. Posisi ini melebihi expectasi karena melebihi provinsi lain, terutama Bali dan Jawa Tengah.

" Sejak beberapa tahun terakhir Kaltim aktif melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga pemasaran online, pelatihan peningkatan SDM, perluasan pelayanan dan pendampingan. Hal ini memberikan sumbangan yang berarti dalam memberikan dukungan pemasaran pada saat ini," papar Fuad Assadin.(mar)